Sinopsis Film Happy Gilmore 2 sebuah sekuel seru dari Adam Sandler menjadi tanda ‘comeback’ dari seorang pemain Golf legendaris.
Hampir 30 tahun setelah kemenangan legendarisnya di Tour Championship pada 1996, Adam Sandler kembali sebagai Happy Gilmore dalam Happy Gilmore 2, film komedi olahraga eksklusif Netflix yang dirilis pada 25 Juli 2025.
Tayang perdana di Lincoln Center, New York pada 21 Juli, film ini langsung melejit menjadi debut Netflix berbahasa Inggris terbesar yang konon mencapai 46,7 juta penonton dalam tiga hari pertama.
Di cerita Happy Gilmore 2, kali ini, kisahnya lebih kepada tantangan baru sang tokoh di dunia golf.
Perjalanan Happy kali ini bukan sekadar tentang meraih kemenangan, melainkan juga menjaga nama baik sekaligus menemukan jati dirinya di tengah perhatian publik serta kebutuhan untuk mencukupi membiayai sekolah putrinya.
Sinopsis Film Happy Gilmore 2
Dikutip dari The Guardian, Sekarang, Happy adalah seorang duda yang pernah mencapai puncak karier golf, namun kini berjuang sebagai mantan pegolf profesional yang terpuruk, menjadi pecandu alkohol, kehilangan harta, dan bekerja di supermarket untuk membiayai pendidikan ballet anak perempuannya, Vienna, diperankan oleh Sunny Sandler, putri asli Adam.
Dalam Happy Gilmore 2, penonton disuguhi dengan melihat sisi baru kehidupan Happy.
Setelah sukses besar di dunia golf pada masa mudanya, kini ia digambarkan sebagai seorang duda yang kehidupannya jauh dari gemerlap.
Happy jatuh dalam keterpurukan, berjuang dengan masalah alkohol, kehilangan rumah, serta hanya bisa bekerja di supermarket untuk menghidupi putrinya, Vienna, yang memiliki cita-cita menjadi balerina.
Konflik utama hadir ketika Happy harus mencari cara untuk membiayai pendidikan balet Vienna yang sangat mahal.
Di tengah keputusasaan itu, ia ditawari untuk kembali ke dunia golf melalui liga modern bernama “Maxi Golf.”
Namun, liga ini penuh sensasi dan cenderung mengorbankan nilai-nilai tradisional golf. Happy pun menghadapi dilema: menerima kesempatan demi uang atau mempertahankan prinsip yang selama ini ia junjung.
Usai mengikuti pertemuan kelompok pendukung pecandu alkohol yang dipimpin oleh Hal (Ben Stiller), Happy perlahan mulai tersadar dan kembali termotivasi untuk turun ke dunia kompetisi.
Namun kali ini lawan yang dihadapinya bukan lagi rival lamanya, Shooter McGavin, melainkan sebuah liga golf modern bernama Maxi Golf.
Liga ini menampilkan pegolf dengan hasil operasi plastik serta pertunjukan berlebihan yang lebih menekankan hiburan ketimbang sportivitas. Sosok CEO Maxi Golf diperankan Benny Safdie, digambarkan sebagai karakter dengan bau mulut menyengat yang berulang kali dijadikan bahan komedi.
Shooter McGavin (Christopher McDonald) pun hadir kembali, tetapi bukan sebagai musuh. Setelah keluar dari rumah sakit jiwa, ia justru menjadi sekutu Happy.
Bahkan, keduanya sempat terlibat duel konyol di sebuah pemakaman yang dipenuhi batu nisan tokoh-tokoh lama, termasuk Bob Barker, lawan legendaris Happy di film pertama.
Sementara itu, karakter Chubbs Peterson yang diperankan mendiang Carl Weathers awalnya direncanakan kembali.
Namun karena sang aktor telah wafat, sosok tersebut digantikan oleh putranya, Slim Peterson (Lavell Crawford), yang mewarisi tangan palsu seperti sang ayah.
Seperti film pertamanya, Happy Gilmore 2 penuh dengan humor khas Adam Sandler: konyol, absurd, namun tetap menyentuh hati.
Salah satu adegan ikonik adalah ketika Happy mencoba kembali ke lapangan dengan gaya memukul khasnya yang penuh tenaga, menampilkan semangat lama meski usianya sudah menua.
Adegan-adegan slapstick dipadukan dengan drama emosional antara Happy dan putrinya, sehingga penonton bisa tertawa sekaligus tersentuh.
Inilah sinopsis Happy Gilmore 2 yang menjadi sekuel dari Happy Gilmore 1. Happy Gilmore 2 merupakan tayangan nostalgia untuk keluarga terutama untuk karya Adam Sandler. Tayanggan Happy Gilmore 2 dapat ditonton di Netflix.












