Serba Seru – Bunga untuk buket memang selalu memikat. Ide ini biasanya muncul untuk memberikan seseorang di beragam acara.
Namun, buket untuk bunga juga bisa yang sifatnya sustainable atau awet sekaligus ramah lingkungan.
Bunga untuk Buket Sustainable
Mengutip dari Kamus Daring Cambridge, Sustainable artinya dapat terus berlanjut dalam jangka waktu tertentu.
Di era ketika kesadaran terhadap keberlanjutan semakin meningkat, memilih bunga untuk buket pun tidak hanya soal estetika, melainkan juga etika.
Buket yang sustainable atau ramah lingkungan kini menjadi pilihan populer, terutama di kalangan Gen Z dan milenial yang peduli akan isu perubahan iklim.
Bunga untuk buket yang sustainable berarti memilih berbagai hal, mulai dari pemilihan bunga yang tepat.
Yakni dengan mempertimbangkan musim, ketersediaan lokal, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Sehingga bisa menjadi bentuk kepedulian kecil namun bermakna.
20 Ide Bunga untuk Buket Cantik dan Sustainable
Menurut Slow Flowers Journal oleh Debra Prinzing (2013, hlm. 18).
Menggunakan bunga lokal dan musiman dalam buket tidak hanya memperkaya makna visual tetapi juga mengurangi jejak karbon dari proses distribusi bunga impor.
Berikut ini adalah 20 ide bunga untuk buket yang cantik sekaligus sustainable, yakni sebagai berikut,
1. Mawar Liar (Wild Rose)
Tumbuh alami di berbagai daerah dan tidak memerlukan perawatan intensif, mawar liar memberi sentuhan romantis dan alami.
2. Chamomile
Bunga kecil mirip aster ini membawa nuansa manis dan lembut, serta dapat ditanam organik.
3. Lavender
Selain cantik, lavender memberikan aroma menenangkan dan bisa ditanam di pekarangan rumah.
4. Marigold (Tagetes)
Tahan banting dan mudah tumbuh di iklim tropis. Warna oranye-kuning cerah memberi nuansa hangat.
5. Aster Lokal
Bunga yang sering tumbuh liar ini memiliki warna beragam dan tahan lama di vas.
6. Sunflower Lokal (Bunga Matahari)
Tumbuh subur di lahan terbuka dan memberi kesan ceria dan optimis.
7. Anggrek Hutan
Beberapa jenis anggrek bisa dibudidayakan secara lestari tanpa merusak habitat aslinya.
8. Kenikir (Cosmos)
Bunga khas tropis ini mudah tumbuh dari biji dan mekar dalam warna-warna lembut.
9. Zinnia
Bisa ditanam dari biji dan kaya warna. Zinnia juga menarik lebah dan kupu-kupu.
10. Bougainvillea
Meskipun bukan bunga potong ideal, kelopak warnanya yang mencolok bisa jadi aksen dramatis.
11. Hydrangea Lokal
Hidup di daerah dingin Indonesia, hydrangea bisa tumbuh dengan baik tanpa pestisida berlebihan.
12.S edap Malam
Aromanya khas dan kuat, sering dipakai di upacara dan dekorasi alami.
13. Melati
Simbol kemurnian dalam budaya Indonesia dan mudah tumbuh di pekarangan.
14. Lili Lokal (Lilium spp.)
Beberapa varietas lokal dapat dibudidayakan tanpa pestisida berlebih.
15. Bunga Tapak Dara
Tumbuh liar dan sangat adaptif, warna merah jambu atau putihnya indah sebagai buket kecil.
16. Dahlia
Bunga dengan kelopak berlapis ini bisa ditanam sendiri dengan perawatan ringan.
17. Bunga Telang
Selain bisa dikonsumsi, bunga ini berwarna biru indah dan cocok sebagai elemen pewarna alami.
18. Terompet Kuning (Allamanda)
Meski cepat layu, warnanya yang cerah bisa jadi elemen sesaat dalam buket perayaan singkat.
19. Bunga Jengger Ayam (Celosia)
Teksturnya unik dan warna-warna mencoloknya sangat khas.
20. Daun dan Tanaman Pendamping (Eucalyptus, Pakis, Sirih Hias)
Tidak selalu bunga, elemen hijau dari tanaman lokal ini bisa memperindah dan menyegarkan tampilan buket.
Inilah ragam ide bunga untuk buket yang selain cantik juga sustainable.
Dalam buku Floret Farm’s A Year in Flowers oleh Erin Benzakein (2020, hlm. 41), disebutkan bahwa buket berkelanjutan adalah tren baru yang mendorong floris dan pecinta bunga untuk berpikir secara lokal dan ekologis. Salam lestari.












