Serba Seru – Bahan buket yang ekonomis dan mudah didapat tentu menjadi acuan bagi para penggemar bunga.
Memilih bahan murah dan mudah dicari untuk buket bunga segar bisa menghemat biaya tanpa mengorbankan estetika.
Asal Usul Bahan Buket Bunga
Buket bunga yang kini kita kenal sebagai hadiah romantis, dekorasi pernikahan, hingga simbol perayaan, memiliki sejarah panjang yang menarik.
Dari zaman Mesir kuno hingga era media sosial, bahan buket terus berkembang sesuai budaya dan kebutuhan.
1. Zaman Mesir Kuno (sekitar 2500 SM)
Bunga seperti teratai dan papirus digunakan sebagai persembahan ke dewa-dewi atau dalam upacara pemakaman. Bunga-bunga ini dirangkai sederhana, namun sudah memperlihatkan nilai simbolis dan estetika.
2. Periode Yunani dan Romawi Kuno
Orang Yunani dan Romawi membuat karangan bunga (garland) dan buket kecil dari daun, herba, dan bunga liar. Mereka percaya bunga membawa keberuntungan dan perlindungan dari roh jahat.
3. Abad Pertengahan
Bunga dan herba disusun dalam bentuk tussie-mussie (buket kecil beraroma) yang digunakan untuk menutupi bau badan atau sebagai pelindung dari penyakit. Bunga juga digunakan dalam pernikahan bangsawan.
4. Era Victoria (Inggris, 1800-an)
Ini masa keemasan seni merangkai bunga. Buket digunakan untuk menyampaikan pesan rahasia dalam floriography (bahasa Bunga). Setiap bunga memiliki makna khusus, dan pemilihan bahan buket sangat detail.
5. Awal Abad 20 Hingga Kini
Buket bunga mulai diproduksi secara komersial. Inovasi seperti preserved flower (Bunga diawetkan). Bunga plastik, hingga bunga kertas membuat bahan buket makin bervariasi.
Bahan buket bisa alami seperti bunga segar dan daun sampai bahan sintetis seperti plastik dan kain. Dan juga apabila memiliki buket bunga segar, Anda dapat turut mengetahui cara merawat buket bunga segar yang dapat memperpanjang umur bunga segar.
20 Bahan Buket Ekonomis dan Mudah Didapat
Menggunakan bahan buket yang murah dan mudah bukan berarti murahan. Justru, ini menunjukkan kepedulian pada alam, keberpihakan pada produk lokal, dan kemampuan merangkai dengan hati.
Cocok untuk Gen Z yang suka hal kreatif, estetik, dan berkelanjutan. Berikut ide bahannya yang dapat dijadikan contoh.
1. Zinnia
Bunga warna-warni ini mudah ditanam, murah di pasaran, dan tahan lama dalam vas. Cocok untuk buket ceria dan energik.
2. Cosmos
Bentuknya ringan, bergaya klasik, dan bisa tumbuh dari biji dengan cepat. Harga ekonomis dan cocok untuk tema rustic.
3. Marigold (Kenikir)
Mudah ditemukan di pasar tradisional atau taman kota, warnanya cerah dan tahan lama.
4. Daisy Lokal
Jenis daisy seperti daisy putih atau kuning bisa kamu beli murah di toko bunga atau petik dari kebun.
5. Aster
Alternatif murah sebagai filler bunga, dengan bentuk mungil dan warna lembut seperti ungu, putih, dan merah muda.
6. Krisan
Dikenal sebagai bunga serba guna, krisan tersedia sepanjang tahun dan murah di pasar bunga.
7. Baby’s Breath Lokal
Meski versi impor bisa mahal, baby’s breath lokal biasanya dijual murah dalam jumlah banyak dan memberi kesan lembut.
8. Snapdragon
Memberikan tinggi dan dimensi pada buket, snapdragon murah dan bisa ditanam sendiri.
9. Daun Eucalyptus Lokal
Versi lokal atau eucalyptus kampung sering dijual murah dan memberi efek sejuk serta wangi yang khas.
10. Rumput Hias
Rumput seperti pampas grass mini atau rumput ilalang kering bisa memberi tekstur alami, dan biasanya bisa didapat gratis dari alam.
11. Daun Paku (Pakis)
Banyak ditemukan di kebun atau toko bunga, pakis menambah unsur hijau dan bentuk dramatis pada buket.
12. Celosia
Dengan bentuk unik seperti sisir ayam atau bulu halus, celosia tumbuh cepat dan murah di pasaran.
13. Herbal seperti Mint atau Rosemary
Aroma wangi dan tampilan segar membuat herbal cocok jadi tambahan unik pada buket.
14. Lavender Lokal
Jika tersedia, lavender lokal dalam jumlah kecil bisa menjadi aksen wangi dan menenangkan.
15. Daun Sirih Hias
Daun ini kadang digunakan dalam dekorasi tradisional dan bisa memberi kesan tropis yang khas.
16. Bunga Bougenville
Walau cepat layu, bougenville segar bisa dipakai untuk dekorasi buket jangka pendek yang unik.
17. Bunga Kamboja Jepang
Warnanya mencolok dan mekar besar, cocok dijadikan focal point buket.
18. Daun Pisang Mini atau Pelepah Pisang
Dipilih dengan potongan yang rapi, bisa dijadikan latar belakang atau alas buket.
19. Ranting Kering
Membuat buket tampak lebih struktural dan modern. Mudah ditemukan di sekitar rumah.
20. Kertas Daur Ulang atau Kain Goni
Untuk membungkus buket, bahan ini murah, mudah didapat, dan memberi sentuhan ramah lingkungan.
Bahan buket bunga tak harus mahal untuk terlihat menawan. Dengan memanfaatkan bahan murah dan mudah, mulai dari Zinnia, Aster, Rumput hias, hingga herbal segar. Anda bisa menciptakan buket yang unik, personal, dan tetap estetik.












